Biografi Singkat Ibnu Sina ~Biografi - Sijunjung Xcoder

Biografi Singkat Ibnu Sina ~Biografi

Biografi Singkat Ibnu Sina ~Biografi - Hallo sahabat Sijunjung Xcoder, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Biografi Singkat Ibnu Sina ~Biografi, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Keilmuan, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Biografi Singkat Ibnu Sina ~Biografi
link : Biografi Singkat Ibnu Sina ~Biografi

Baca juga


Biografi Singkat Ibnu Sina ~Biografi

Cakwafaae|Alhamdulillah, berjumpa kembali dengan sahabat sekalian yang haus akan ilmu pengetahuan, semoga dengan tertulisnya artikel ini dapat menambah pengalaman dapat mengambil hikmah, serta dapat mengamalkannya.

https://nengbaya.blogspot.com
Ilutration Gambar Ibnu sina Tokoh Ilmuwan Islam
Beberapa biografi tokoh ilmuwan islam, banyak sekali yang perlu untuk dibaca dan dikaji, selain karya-karyanya yang sangat bermanfaat, juga dari sisi semngatnya mencari ilmu sehingga sampai saat ini dikenal diseluruh dunia.

Biografi Ibnu Sina
Ibnu sina berasal dari madzhab ismailiyah, yang mana pada sejarahnya merupakan seorang yang akrab dengan keilmuan-keilmuannya, yang dikenal akan karya ilmiahnya.  Orang tua beliau merupakan pegawai tinggi pada pemerintahan Dinasti Saman, jadi tidak heran ibnu sina dalam masa belajar tidak sesukar tokoh islam lainnya.

Nama lengkap Ibnu Sina Ialah Abu Ali Al-Husayn bin Abdillah bin Sina, lahir pada tahun, 980 M di Afsyahnah daerah kawasan bukhara, yang saat ini dikenal dengan Ubzbekistan.

Pada saat Ibnu Sina berumur 10 tahun, memulailah beliau belajar beberapa ilmu, yang diawali dengan belajar ilmu agama, sehingga beliau berhasil menghafal Al-Qur'an pada saat itu, belajarnya ini ibnu sina dibimbing oleh seorang guru yang bernama Abdillah Natili. Sekaligus pada waktu itu ibnu sina juga memulai belajar ilmu logika.

Salah satu buku yang ia pelajari ialah: Isagoge, Prophyry dan Eucliddan Al-Magest Ptolemus.

Setelah itu, dengan kecerdasannya yang ia miliki,  beliau sangat mudah dalam mencerna beberapa ilmu, baik agama maupun pemikiran barat pada waktu itu, yang mana ibnu sina belajar ilmu barat di memulai dari pemikiran plato dan aristoles yang  berjudul Metaphysics Plato.

Sekian banyak ilmu yang ia pelajari namun saat itu ada salah satu yang memang membuat ibnu sina tambah penasaran untuk benar-benar memahaminya yakni Metaphysics pemikiran Aristoteles, yang sekalipun dibaca sampai hafal beliau masih belum bisa mencernanya.

Akhirnya, keruwetan tadi terbantu dengan karya Al-Farabi yang berjudul Agradhu kitab ma waraet thabie’ah li Aristho-nya Al-Farabi (870 - 950 M), Semua Keruwetan akhirnya  terjawab dengan penjelasan yang tertera dalam karya Al-Farabi, sehingga beliau seakan mendapat kunci bagi segala ilmu Metaphysics.

Keberhasilan mendalami ilmu-ilmu alam dan ketuhanan, Ibnu Sina merasa kurang puas akan pengetahuan yang beliau miliki, dengan kegigihan beliau dan beringasnya beliau terhadap ilmu,  tertariklah Ibnu Sina untuk mempelajari ilmu kedokteran.

Beliau memulai memperlajari ilmu kedokteran diawali dengan berguru  pada Isa bin Yahya, meskipun secara pengetahuan ilmiah ataupun teori Isa masih belum mengetahui secara penuh, tetapi pengalaman beliau dalam mengobati orang sakit, banyak memiliki keberhasilan.

Namun secara kebatinan, beliau sangat Ahli, sehingga setiap kali mendapat kesulitan ia memohon petunjuk kepada Allah, maka didalam tidurnya Allah memberikan pemecahan terhadap kesulitan-kesulitan yang sedang dihadapinya.

Pada suatu ketika, setelah masyarakat banyak mengenal akan kehebatan ibnu sina, dalam bidang kedoteran, pada saat Amir Nuh bin Nasr sedang menderita sakit keras, dipanggillah ibnu sina untuk mengobatinya, dengan di minta untuk datang ke istana. Dalam pengobatan inipun ibnu sina sina sukses, sehingga terjalin keakraban antara ibnu sina dengan Amir Nuh bin Nasr.

Dari kesempatan ini, Ibnu sini banyak mendapatkan ilmu baru hasil beliau belajar di sebuah perpustakaan milik Amir Nuh bin Nasr, perputakaan yang terkenal lengkap dengan beribu-ribu koleksi buku, berkatnya ibnu sina menemukan banyak penemuan-penemuan, sayangnya tak lama kemudian terjadilah sebuah persoalan dengan di awali terbakarnya perpustakaan miliki Amir Nuh bin Nasr tersebut. Yang mana ibnu Sina dituduh sebagai pelaku pembakaran perputakaan tersebut.

Pada masa keemasan peradaban islam inilah tokoh Islam yang mahir dibidang kedokteran ini dilahirkan, yang mana pada masa ini banyak tokoh keilmuan muslim banyak menerjemahkan beberapa buku dari yunani, persia maupun india. Mulai dari teks yunani zaman plato sampai zamnya Aristoteles secara intensif.

Terbukti, saat itu pengembangan dilakukan oleh perguruan yang didirikan oleh Al-Kindi, pengembangan tersebut meliputi beberapa kajian ilmu yakni salah satunya, Matematika, Astronomi, Aljabar, Trigonometri, dan Kedokteran. Yang hal itu didukung oleh Persian, pada zaman dinasti Samaniyah, yang berpusat di Bukhara dan baghdad.

Ayah Ibnu Sina meninggal dunia, pada saat ibnu sunia berusia 22 tahun dimasa Pemerintahan Samaniyah menuju keruntuhan, dengan permasalahan-permasalaham yang terjadi akhirnya ibnu sina harus meninggalkan Bukhara. Ibnu Sina pindah ke Gurgan selama 10 tahun di Gurgan, kemudian  pindah ke Nasa, Baward, dan terus berpindah-pindah, tak lain karena tidak puasnya ibnu sina akan keilmuwan yang ia miliki, selain pada saat itu beliau juga melakukan syiar.

Sekaligus pada saat itu, pasukan pemberontak berhasil membunuh Shams Al-Ma'ali, dengan kondisi yang tidak memungkinkan Ibnu sina berharap untuk menemukan sebuah tempat untuk berlindung, yang pada saat itu beliau juga menderita penyakit yang amat parah.

Akhirnya,  di dekat Laut Kaspi, Gorgan, ia bertamu dengan seorang teman tak lama kemudian ibnu sina membeli sebuah ruman didekat rumahnya.di mana Ibnu menulis banyak pengetahuan dan dikhususkan  untuk temannya itu, beliau juga menulis permulaan dari buku Canon of Medicine sewaktu dia tinggal di Hyrcania.

Kemampuan Di Bidang Kedokteran dan Filsafat.

Dalam bidang kedokteran Ibnu sina menyelesaikan karangannya yang berjudul Al-Qanun fit Thibb, dengan lelengkapan yang ada pada kitab ini, sehingga sampai era modern masih dijadikan sebagai rujukan. Karangan yang sistematis ini, merupakan kitab yang menurut beberpa pendapat merupakan karangan yang paling otentik.

Didalamnya mengupas kaedah-kaedah umum ilmu kedokteran, obat-obatan dan berbagai macam penyakit. Seiring dengan kebangkitan gerakan penerjemahan pada abad ke-12 masehi, kitab Al-Qanun diterjemahkan ke dalam bahasa Latin. Kini buku tersebut juga sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, Prancis dan Jerman. Yang mana metode pengobatan yang terdapat pada kitab Al-qonun berupa metode purba dan metode pengobatan Islam.

Tak kalah menggugah lagi, Ibnu sina juga mampu menyusun Sistem Ilmu Filasafah Islam dengan rapi, ibnu sina juga terkenal swbagai tokoh yang mampu menjawab berbagai persoalan filsafat yang masih belum terjawab sebelumnya.

Pengaruh pemikiran filsafat Ibnu Sina, tidak hanya dikalangan muslim saja, tetapi dari belahan dunia, bahkan sedunia baik Eropa maun lainnya. Terbukti buku Ibnu Sina Dikaji Oleh Albertos Magnus, ilmuwan asal jerman yang dikenal sebagai perintis utama pemikiran Aristoteles Kristten, yang dia mampu mengkolaborasikan dunia Kristen dengan pemikiran Aristoteles.

Dia mengenal  filsafat besar Yunani itu dari buku-buku Ibnu Sina. Filsafat metafisika Ibnu Sina yang ringkasan dari tema-tema filosofis yang kebenarannya diakui dua abad setelahnya oleh para pemikir Barat.

Beberapa Karya  Ibnu Sina
Diperkiranan karya beliau mencapi 100 sampai 250 judul. Karya-karya Ibnu Sina yang terkenal:

Filsafat, Kedokteran Dan Lainnya:

As-ShifaAn-Najat, Al-Isyarat, Al-Qanun fi Thib , Asy Syifa, Al-Inshaf, An-Najah, Al-Musiqa, Hayy ibn Yaqzhan Risalah Ath-ThairRisalah fi Sirr Al-QadarRisalah fi Al- 'IsyqTahshil As-Sa'adah, Al-Urjuzah fi Ath-ThibbAl-Qasidah Al-MuzdawiyyahAl-Qasidah Al- 'Ainiyyah.

Wafatnya Ibnu Sina
Dalam seejarah pemikiran filsafat abad pertengahan, karya Ibnu Sina memperoleh penghargaan yang tinggi hingga masa modern. Ia berhasil membangun sistem filsafat yang lengkap dan terperinci, yakni suatu sistem yang telah mendominasi tradisi filsafat muslim beberapa abad.

Kehidupannya dihabiskan mengabdi kepada Negara serta Karya tulis, dengan keistiqomahannya, karya-karyanya sampai saat ini dapat kita kaji. Setelah itu dipanggillah ibnu sina Oleh Allah pada usia 58 tahun (428 H / 1037 M) yang di makamkan didaerah Hamazan.

Itulah cuplikan biografi Singkat Ibnu Sina, semoga kita dapat meneladani, sikap rakusnya beliau terhadap ilmu, dan tidak melupakan jasa-jasa beliau untuk memajukan dan syiar agama Islam. Semoga bermanfaat dan apabila da kekeliruan dari tulisan maupun tidak sesuai. Kami mengharap kritikan dan masukan yang membangun. Wasslamualaikum.



Demikianlah Artikel Biografi Singkat Ibnu Sina ~Biografi

Sekianlah artikel Biografi Singkat Ibnu Sina ~Biografi kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Biografi Singkat Ibnu Sina ~Biografi dengan alamat link https://sijunjung-xcoder.blogspot.com/2018/01/biografi-singkat-ibnu-sina-biografi.html

Jangan lupa bagikan artikel ini ya!

Berikan pendapatmu tentang artikel ini
Notification
Ini adalah popup notifikasi.
Done